<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Made in Notebook</title>
	<atom:link href="http://kokomade.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kokomade.com</link>
	<description>goresan pena dan ketikan tangan di sebuah notebook</description>
	<lastBuildDate>Sat, 12 Mar 2011 01:48:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>A Tribute to dr. Ira Made in Notebook*</title>
		<link>http://kokomade.com/a-tribute-to-dr-ira-made-in-notebook/</link>
		<comments>http://kokomade.com/a-tribute-to-dr-ira-made-in-notebook/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Mar 2011 01:44:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Koko Made</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[kematian]]></category>
		<category><![CDATA[musibah]]></category>
		<category><![CDATA[tribute]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kokomade.com/?p=148</guid>
		<description><![CDATA[Duhai, setelah kehilangan saudari dan sahabat kami tercinta, dr. Munirah Said, S.Pd, kami pun harus menanggung beban duka mendalam kepergian dirimu. Menjulang dalam hidup dan saat meninggal Kau benar satu mukjizat Seolah mereka mengitarimu, kala utusan berdiri Menyeru di hari-hari perjamuan… Kala perut bumi menyempit Mereka kubur kemuliaan itu Mereka condongkan cuaca sebagai kuburmu Dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Duhai, setelah kehilangan saudari dan sahabat kami tercinta, dr. Munirah Said, S.Pd, kami pun harus menanggung beban duka mendalam kepergian dirimu. </p></blockquote>
<p><em>Menjulang dalam hidup dan saat meninggal<br />
Kau benar satu mukjizat<br />
Seolah mereka mengitarimu, kala utusan berdiri<br />
Menyeru di hari-hari perjamuan…<br />
Kala perut bumi menyempit<br />
Mereka kubur kemuliaan itu<br />
Mereka condongkan cuaca sebagai kuburmu<br />
Dan kini yang sisa adalah isak-isak tangis<br />
Ada gunduk tanah untukmu, namun tak kukatakan<br />
Sebab kau adalah hujan lebat yang turun menerus<br />
Duhai, bagimu salam dari Sang Rahman<br />
Dengan berkat hat-hati yang wangi<br />
Karena kebesaran jiwamu<br />
Kau selalu meraih penjagaan…<br />
</em></p>
<p>Saudariku…izinkan kami persembahkan syair duka Abul Hasan al-Anbari ini padamu. Sebab engkau pantas mendapatkannya. Siapapun yang mengenalmu tak dapat menyangkal. Memang engkau layak menyandangnya. Namun saudariku, ketahuilah, engkau kembali menoreh duka yang telah hampir kering. Mengalirkan kembali air mata yang hampir pupus. Duhai, setelah kehilangan saudari dan sahabat kami tercinta, dr. Munirah Said, S.Pd, kami pun harus menanggung beban duka mendalam kepergian dirimu. Memikul sedih dan lara mengenang jasa dan kebaikanmu. Semangatmu. Himmah dan cita-citamu. Serta kecintaanmu terhadap Agama ini.</p>
<p>Kami tahu engkau pergi dengan senyum kemenangan. Kami sadar engkau titipkan pada kami titah amanah agama ini. Telah sampai waktunya engkau harus istirahat. Menikmati jerih payah, tetesan keringat dan air mata yang selama ini kau sumbangkan untuk dakwah dan agama Allah. Sebab engkau tahu. Kami pun paham. Bahwa dunia ini bukan tempat istirahat. Bahwa tempat istirahat itu adalah negeri yang sekarang engkau berjalan menuju padanya.<br />
<span id="more-148"></span><br />
Saudariku&#8230;.Engkau adalah saudari, sahabat, murid sekaligus guru bagi kami. Engkau saudariku dalam perjuangan dakwah ini. Menawarkan getirnya hari-hari kami dengan doa dan munajatmu. Merapati kegalauan kami dengan kesungguhanmu. Kami tahu betul harapan terbesar dalam hidupmu. Kebaikan kaummu. Agar mereka sadar akan agungnya agama mereka. Agar mereka menikmati pula kehangatan ukhuwah dan persaudaraan dalam agama ini.</p>
<p>Saudariku, engkau adalah sahabat kami yang bersama tegak dalam shaf-shaf perjuangan. Engkau pun telah kenyang mengecap getir perjuangan ini. Sebab engkau bukan kemarin mulai merasa risaukan terhadap agama ini. Tapi sudah begitu lama. Bahkan pada masa-masa saat kawan-kawan sebayamu justru tenggelam dalam lalai dan syahwat.</p>
<p>Engkau juga murid kami. Karena engkau seorang penuntut ilmu. Kami mengenalmu di majelis ilmu. Walau tak pernah berjumpa langsung. Namun aura semangatmu begitu mewarnai. Gejolak ghirahmu begitu membekas. Bahkan seringkali kami malu terhadap dirimu.</p>
<p>Namun disamping itu semua, tak dapat kami pungkiri, bahwa engkau adalah guru bagi kami. Kami belajar darimu tentang hakikat sebuah ketulusan, istiqomah, kerja keras, kesabaran dan keteguhan di jalan dakwah. Ah, dalam sedih seorang kawan berbisik pada kami, bahwa sewaktu masih di bangku SMA dulu, setiap membersihkan mushollah sekolah, ternyata dirimu telah berada di sana. Shalat dhuha dan baca al-Qur’an. Itu dulu, waktu masih SMA. Dan hal itu terjadi setiap hari….</p>
<p>Namun kini engkau telah pergi. Meski sebelumnya kami harus membohongi diri kami. Bahkan berusaha berhusnu dzon. Bahwa SMS berita kepergianmu hanya sebagai kerjaan orang iseng. Namun cinta kami kepada segala putusan Sang Rahman lebih tinggi dari cinta padamu. Kami harus relakan kepergianmu. Walau hati begitu berat. Biarlah mata kami mengalirkan tetes-tetes air mata duka. Biarlah hati kami dirundung kesedihan mendalam. Namun kami tidak berkata-kata melainkan apa yang diridhai Rabb kami.<br />
Rabb, biarkan kami terus berdo&#8217;a. kendati hati kami belum pernah sesedih ini. Padahal banyak berita-berita duka berseliweran dalam keseharian. Namun tidak untuk hari ini. Hari jum’at 11 maret 2011. Kami bahkan tak sanggup membendung tangis. Tangisan duka mendalam. Tuk seorang saudari, sahabat, murid sekaligus guru kami. Dalam hening, di antara dua khutbah jum’at, kami titipkan doa keampunan bagimu. Dari shaf yang paling belakang kala menyolatimu, hati ini khusyu’ memohon, “Duhai Rabb, ampuni dosa saudariku, rahmati ia, lapangkan kuburnya, dan masukkan ia ke dalam rahmat dan surgaMu…!!”.  </p>
<p>Mengenang saudari, sahabat, murid dan guru kami<br />
dr. Ira yusnita rahimahallah<br />
Abu Raihanah</p>
<p><em>*Tulisan ini adalah persembahan ust. Abu Raihanah</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kokomade.com/a-tribute-to-dr-ira-made-in-notebook/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketika Rasa Mengalahkan Logika Made in Notebook</title>
		<link>http://kokomade.com/ketika-rasa-mengalahkan-logika-made-in-notebook/</link>
		<comments>http://kokomade.com/ketika-rasa-mengalahkan-logika-made-in-notebook/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Mar 2011 02:25:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Koko Made</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[logika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kokomade.com/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[Ibu mana sih yang mau anaknya menikah dengan orang yang tidak sempurna? Pertanyaan yang menggelitik bukan? Ya, rasa-rasanya bisa dibilang agak mustahil ada ibu yang mau anaknya menikahi orang yang cacat. Namun, ternyata di sana ada segelintir orang yang tidak perduli dengan kekurangan tersebut. Mereka tetap memperjuangkan cinta mereka walaupun di pandang sebelah mata oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Ibu mana sih yang mau anaknya menikah dengan orang yang tidak sempurna?</p></blockquote>
<p>Pertanyaan yang menggelitik bukan?<br />
Ya, rasa-rasanya bisa dibilang agak mustahil ada ibu yang mau anaknya menikahi orang yang cacat. Namun, ternyata di sana ada segelintir orang yang tidak perduli dengan kekurangan tersebut. Mereka tetap memperjuangkan cinta mereka walaupun di pandang sebelah mata oleh orang lain yang merasa lebih sempurna.</p>
<p>Di sana ada wanita-wanita yang memilih untuk menikah dengan suami yang cacat. Padahal fenomenanya banyak ibu dari para wanita tersebut menolak dengan stigma yang hampir sama: &#8216;Ibu mana sih yang mau anaknya menikah dengan orang yang tidak sempurna?&#8217;<br />
Stigma yang kedengarannya miris dan jahat. Tapi, itulah realita. Dan cukup manusiawi sepertinya.<br />
<span id="more-57"></span><br />
Saya jadi teringat om saya yang juga cacat dan belum menikah hingga kini. Akankah ada seseorang yang Tuhan siapkan untuknya? Jika semua berprinsip sama dengan ibu-ibu dari anak yang menikahi orang cacat, akankah ada &#8216;jatah&#8217; untuk anak cacat yang lain?<br />
Padahal, siapakah yang suka dilahirkan cacat?</p>
<p>Akan tetapi dibalik itu semua, ternyata Tuhan Sang Maha Kuasa, betul-betul adil dan indah pengaturanNya. Semua dipasangkanNya. Walaupun di mata makhlukNya yang lain bahwa itu tidak logis, tidak masuk akal. Beberapa dari pasangan yang &#8216;tidak logis&#8217; itu diangkat dengan apik oleh Andy F. Noya di acara <a href="http://www.kickandy.com">Kick Andy</a> episode &#8216;Kekuatan Cinta 2010&#8242;. Episode itulah yang menginspirasi tulisan ini.</p>
<p>Di episode itu yang menarik perhatian saya, yaitu ucapan Andy ketika menanggapi seorang wanita yang menikahi pria tuna rungu dalam hal komunikasi antara mereka berdua sebagai suami istri. Sang wanita mengatakan sejauh ini tidak ada masalah, dan ditambahkan oleh Andy Noya:&#8221;Padahal begitu banyak orang yang merasa sempurna yang di rumahnya tidak bisa membangun komunikasi yang baik antara dia dan pasangannya&#8221;.</p>
<p>Subhanallah. Hikmah yang sangat menyentuh. Ternyata dalam ketidaksempurnaan, ada kesempurnaan itu sendiri.</p>
<p><em>*inspirasi: Kick Andy, episode &#8216;Kekuatan Cinta 2010&#8242;</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kokomade.com/ketika-rasa-mengalahkan-logika-made-in-notebook/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cikeusik vs PSSI vs Century Made in Notebook</title>
		<link>http://kokomade.com/cikeusik-vs-pssi-vs-century-made-in-notebook/</link>
		<comments>http://kokomade.com/cikeusik-vs-pssi-vs-century-made-in-notebook/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Feb 2011 09:19:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Koko Made</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Media Massa]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kokomade.com/?p=143</guid>
		<description><![CDATA[Setiap peristiwa yang diangkat, seakan-akan mencoba mengaburkan arti kasus Century dan lingkaran persoalannya Sebagaimana urutan judul, sebegitu pula apa yang ada di benak saya mengenai prioritas perhatian atas perkembangan berita di beberapa media belakangan ini. Setiap peristiwa yang diangkat, seakan-akan mencoba mengaburkan arti kasus Century dan lingkaran persoalannya. Setelah Cikeusik booming, maka yang saat ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Setiap peristiwa yang diangkat, seakan-akan mencoba mengaburkan arti kasus Century dan lingkaran persoalannya</p></blockquote>
<p><img alt="" src="https://lh3.googleusercontent.com/_A2WxqRWE6RQ/R2OXjZ06lzI/AAAAAAAAAJk/bYaoCx8fep4/s128/PSSI.jpg" title="PSSI" class="alignleft" width="128" height="128" />Sebagaimana urutan judul, sebegitu pula apa yang ada di benak saya mengenai prioritas perhatian atas perkembangan berita di beberapa media belakangan ini.</p>
<p>Setiap peristiwa yang diangkat, seakan-akan mencoba mengaburkan arti kasus Century dan lingkaran persoalannya. Setelah Cikeusik booming, maka yang saat ini hangat adalah peristiwa PSSI. Padahal di belakang kedua kasus itu sedang terjadi RDP (Rapat Dengar Pendapat) antara DPR dan 2 tersangka kasus Century. Yang walaupun disiarkan juga oleh Media Televisi, namun rasanya kurang booming. RDP antara anggota DPR dengan 2 mantan karyawati Bank Century yang berstatus tersangka kasus Century yang dalam kacamata saya sebagai orang biasa adalah korban-korban keganasan kasus Century.<br />
<span id="more-143"></span><br />
Berkaitan dengan itu, suatu hari saya asyik memencet-mencet tombol remote untuk mencari tontonan yang menarik di TV. Yang akhirnya membawa mata saya terpaku pada peristiwa yang sedang ditayangkan oleh MetroTV tentang di mana salah seorang dari 2 tersangka tersebut yaitu Ibu Arta menyebutkan kurang lebih seperti ini,&#8221;Pada saat saya sedang diwawancarai/dalam tahap penyidikan oleh anggota Bareskrim dalam status sebagai saksi, saat itu, pada saat yang bersamaan saya melihat Bapak Kapolri membacakan statemen tentang para tersangka kasus Bank Century di salah satu stasiun TV. Setelah selesai penyidikan &#8211;dan berita itu, red.&#8211; sang penyidik menyampaikan, Bu, mohon maaf, Ibu siap ya kami panggil lagi nanti seminggu kemudian. Saya pun menjawab, saya siap asal jangan sebagai tersangka. Memang dalam waktu seminggu kemudian tidak ada telpon dari Bareskrim. Namun setelah lewat 2 minggu, tiba-tiba ada telepon dari Bareskrim memanggil saya untuk menghadap dan mengatakan bahwa status ibu telah menjadi tersangka. Saya tanya mengapa, dia menjawab, maaf Bu, karena nama Ibu sudah disebutkan oleh Bapak &#8211;Kapolri, red.&#8211;.&#8221;</p>
<p>Sebagai orang awam, melihat pemaparan dialog seperti itu, rasanya agak miris juga. Sebab menurut Bu Arta, proses penyelidikan pun belum selesai, tapi dia sudah ditetapkan sebagai tersangka.</p>
<p>Dan ada yang juga menarik perhatian saya, yaitu pada ujung-ujung acara itu ditampilkan seorang Bapak &#8211;maaf saya lupa nama dan jabatannya&#8211; yang mengatakan kurang lebih seperti ini,&#8221; Yang kita khawatirkan dan jaga agar jangan sampai terjadi adalah, pemahaman masyarakat atas kasus-kasus seperti ini bahwa <strong><em>ketika orang besar yang terkena masalah/kasus, maka dengan mudah kasus itu bisa dikecilkan, tapi ketika orang kecil yang tertimpa masalah, maka dengan mudah kasus itu dibesar-besarkan.</em></strong>&#8221;</p>
<p>Kemanakah nanti arah penyelesaian dari kasus 2 mantan karyawati Bank Century ini?<br />
Apakah mereka berdua bisa berhasil memperjuangkan hak-hak mereka untuk bebas dari status sebagai tersangka?<br />
Ataukah kasus mereka akan menjadi pembuktian bagi ungkapan di atas?</p>
<p>Kita tunggu bersama kelanjutan beritanya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kokomade.com/cikeusik-vs-pssi-vs-century-made-in-notebook/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hujan Made in Notebook</title>
		<link>http://kokomade.com/hujan-made-in-notebook/</link>
		<comments>http://kokomade.com/hujan-made-in-notebook/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Feb 2011 06:50:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Koko Made</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kokomade.com/?p=141</guid>
		<description><![CDATA[Hujan&#8230; Karunia Allah Yang kadang bisa menjadi alat peringatanNya Diturunkan&#8230; Setetes demi setetes Susul menyusul Kadang&#8230; Tetesannya lambat yang kita sebut hujan rintik Kadang&#8230; Tetesannya cepat yang kita sebut hujan lebat atau deras Tapi, Sederas apa pun dia Turunnya tetap&#8230; Setetes demi setetes Dari langit Yang begitu luas Tidak seperti&#8230; Kita menuang air dari ember [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hujan&#8230;<br />
Karunia Allah<br />
Yang kadang<br />
bisa menjadi alat peringatanNya</p>
<p>Diturunkan&#8230;<br />
Setetes demi setetes<br />
Susul menyusul</p>
<p>Kadang&#8230;<br />
Tetesannya lambat<br />
yang kita sebut hujan rintik</p>
<p>Kadang&#8230;<br />
Tetesannya cepat<br />
yang kita sebut hujan lebat<br />
atau deras</p>
<p>Tapi,<br />
Sederas apa pun dia<br />
Turunnya tetap&#8230;<br />
Setetes demi setetes</p>
<p>Dari langit<br />
Yang begitu luas</p>
<p>Tidak seperti&#8230;<br />
Kita menuang air dari ember<br />
Yang kecil</p>
<p>Bagaimana,<br />
Seandainya hujan itu diturunkan<br />
di suatu tempat<br />
Seperti kita menuang air dari ember?</p>
<p>Subhanallah&#8230;<br />
Walhamdulillah&#8230;</p>
<p>Itulah bentuk hikmah dan kasih sayangNya<br />
kepada hamba-hambaNya</p>
<p>Laa ilaaha illallah<br />
Allahu Akbar</p>
<p>*Oleh-oleh dari Masjid Kampus</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kokomade.com/hujan-made-in-notebook/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ramaditya Case (The Blind Man) Made in Notebook</title>
		<link>http://kokomade.com/ramaditya-case-the-blind-man-made-in-notebook/</link>
		<comments>http://kokomade.com/ramaditya-case-the-blind-man-made-in-notebook/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Aug 2010 14:43:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Koko Made</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Media Massa]]></category>
		<category><![CDATA[keberanian]]></category>
		<category><![CDATA[kebohongan]]></category>
		<category><![CDATA[kejujuran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kokomade.com/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[Pasti sangat berat baginya. Namun yang pasti, dia telah berani mengakui kesalahan fatal yang dilakukannya. Suatu hal yang sangat langka di negeri ini saat-saat sekarang ini. Tanggal 19 Agustus 2010 malam. Secara tidak sengaja nonton tvOne acara akiMalam. Ada satu hal yang sangat membuat penasaran, yaitu adanya adegan percobaan untuk mengontak Ramaditya via telepon. Tunanetra [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>
Pasti sangat berat baginya. Namun yang pasti, dia telah berani mengakui kesalahan fatal yang dilakukannya. Suatu hal yang sangat langka di negeri ini saat-saat sekarang ini.</p></blockquote>
<p>Tanggal 19 Agustus 2010 malam. Secara tidak sengaja nonton tvOne acara akiMalam. Ada satu hal yang sangat membuat penasaran, yaitu adanya adegan percobaan untuk mengontak Ramaditya via telepon. Tunanetra yang beberapa kali saya lihat di layar kaca mendapat beberapa penghargaan. Terutama, yang masih sangat segar diingatan adalah ketika mendapat award di acara Kick Andy.</p>
<p>Penghargaan yang diberikan berkaitan dengan &#8216;kemampuannya&#8217; mengcompose music untuk game turunan Mario Bross dan beberapa game lainnya.</p>
<p>Yang membuat penasaran, di berita tersebut disampaikan bahwa Ramaditya akan meminta maaf kepada publik. Namun, akhirnya tak bisa saya dapatkan jawabannya saat itu karena komunikasi antara tvOne dengan Rama tidak berhasil.</p>
<p>Tanggal 20 Agustus 2010 malam, kembali saya iseng-iseng lihat tvOne, dan rupanya Ramaditya telah hadir di akiMalam Wisma Indonesia. Karena penasaran, saya coba ikuti, apa sih sebenarnya yang membuat The Blind Man meminta maaf.<br />
<span id="more-134"></span><br />
Ternyata&#8230;oh..ternyata,<br />
The Blind Man yang begitu menginspirasi banyak orang dan telah memperoleh beberapa pengakuan dan penghargaan dalam negeri itu meminta maaf kepada publik atas kebohongan yang telah dilakukannya selama ini. Kebohongan berupa pengakuannya sebagai composer music untuk beberapa game besutan produsen game Jepang. Sebuah kejadian yang terus terang saja, saya yang bukan penggemarnya ikut shock, kaget setengah hidup.</p>
<p>Pembaca yang budiman,<br />
Tulisan ini bukan ditujukan untuk menghakimi Ramaditya.<br />
Namun yang ingin saya soroti di sini adalah keberanian Ramaditya untuk mengakui segala apa yang telah diperbuatnya. Bukan hanya melalui tulisan, tapi juga melalui layar kaca yang notabene ditonton oleh jutaan orang. Termasuk para penggemarnya yang telah terinspirasi oleh cerita bohongnya.</p>
<p>Hal ini tentulah bukan hal yang mudah. Pasti sangat berat baginya. Namun yang pasti, dia telah berani mengakui kesalahan fatal yang dilakukannya. Suatu hal yang sangat langka di negeri ini saat-saat sekarang ini. Betapa besar resiko yang harus dihadapinya ke depan setelah pengakuannya, namun tidak menyurutkan niatnya untuk mengakui kesalahannya. Suatu perbuatan yang patut diancungi jempol bahkan kalau perlu menjadi teladan bagi para pembesar-pembesar negeri ini.</p>
<p>Semoga ada hikmah yang bisa kita ambil dari peristiwa ini&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kokomade.com/ramaditya-case-the-blind-man-made-in-notebook/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mencoba Untuk Lebih Made in Notebook</title>
		<link>http://kokomade.com/mencoba-untuk-lebih-made-in-notebook-6/</link>
		<comments>http://kokomade.com/mencoba-untuk-lebih-made-in-notebook-6/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Jun 2010 09:58:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Koko Made</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mobile]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kokomade.com/?p=133</guid>
		<description><![CDATA[Walaupun hati ini luka Walaupun dia menjerit    Namun.. Tak akan kubiarkan berhenti Berusaha.. Dan berharap kepadaNya Agar.. Suatu saat Impian ini tercapai Wassalam]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Walaupun hati ini luka Walaupun dia menjerit</p>
<p>   Namun..</p>
<p>Tak akan kubiarkan berhenti</p>
<p>Berusaha..</p>
<p>Dan berharap kepadaNya</p>
<p>Agar..</p>
<p>Suatu saat Impian ini tercapai</p>
<p> Wassalam</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kokomade.com/mencoba-untuk-lebih-made-in-notebook-6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hikmah Penyerangan Mavi Made in Notebook</title>
		<link>http://kokomade.com/hikmah-penyerangan-mavi-made-in-notebook/</link>
		<comments>http://kokomade.com/hikmah-penyerangan-mavi-made-in-notebook/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jun 2010 09:48:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Koko Made</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Mavi Marmara]]></category>
		<category><![CDATA[musibah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kokomade.com/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[Dibalik setiap peristiwa, pasti ada hikmah yang terkandung Demikian ungkapan yang selalu saya dengarkan ketika ada seseorang yang tertimpa musibah dinasehati untuk membesarkan hatinya. Kedengarannya klise. Tapi, dari perjalanan waktu keampuhan ungkapan tersebut semakin terbukti. Tidak saja dalam kehidupan pribadi, namun lebih jauh lagi dalam kehidupan dunia secara umum. Begitu pula dengan apa yang terjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Dibalik setiap peristiwa, pasti ada hikmah yang terkandung</p></blockquote>
<p><a href="http://kokomade.com/wp-content/uploads/2010/06/kapal-mavi.jpg"><img src="http://kokomade.com/wp-content/uploads/2010/06/kapal-mavi-150x150.jpg" alt="" title="kapal mavi" width="150" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-116" /></a>Demikian ungkapan yang selalu saya dengarkan ketika ada seseorang yang tertimpa musibah dinasehati untuk membesarkan hatinya. Kedengarannya klise. Tapi, dari perjalanan waktu keampuhan ungkapan tersebut semakin terbukti. Tidak saja dalam kehidupan pribadi, namun lebih jauh lagi dalam kehidupan dunia secara umum. Begitu pula dengan apa yang terjadi baru-baru ini. Sebuah peristiwa memilukan, menyedihkan, sekaligus menggemaskan kita yaitu penyerangan kapal bantuan kemanusiaan untuk Gaza, Palestina oleh tentara Yahudi Israel. Bagi kita, tidak dipungkiri lagi bahwa perbuatan itu sangatlah biadab dan tidak berprikemanusiaan. Mengapa? Karena bisa dikatakan tidak ada sedikit pun pembenaran yang bisa digunakan untuk mengamini tindakan penembakan tersebut. Sampai saat ini tidak masuk di akal saya jika harus ada korban sebanyak itu untuk meloloskan kegiatan bantuan kemanusiaan. Jika itu adalah memang kapal perang, mungkin masih bolehlah kita berkata &#8216;itu wajar&#8217;, lah wong dalam situasi perang kok. Begitu kira-kira. Namun, ini notabene bantuan kemanusiaan. Tak ada maksud menyerang siapa pun di dalamnya. Hanya ingin membantu, menolong meringankan beban. Tapi apa yang didapat, nyawa yang melayang. Memilukan bukan?<br />
<span id="more-98"></span><br />
Namun pun begitu, di tengah kegeraman dan kegemasan kita atas sikap dan kejadian tersebut, kita masih bisa menarik hikmah darinya. Jika yang ada di hadapan kita adalah kepedihan yang nyata, maka di balik itu, di sisi lain, kita tidak bisa melupakan bahwa segala peristiwa yang terjadi di alam semesta ini telah ada yang mengaturnya. Segala peristiwa atau kejadian, telah tertulis dengan rapi di kitab yang ada di sisi Sang Khalik. Dan Dia Sang Maha Pencipta yang Maha Mengatur segalanya telah dengan begitu rapi menyuguhkannya kepada kita. Begitu pula dengan kejadian ini.</p>
<p>Lantas, apa yang bisa kita tarik hikmahnya dari kejadian tersebut?<br />
Ada beberapa, diantaranya semakin terlihatnya kebobrokan negara Yahudi Israel itu di hadapan masyarakat dunia. Tanpa menunggu lama lagi, mereka secara spontan tergerak untuk memprotes tindakan itu. Dan bukan hanya itu, mereka yang selama ini tampak adem-adem saja ketika Israel memblokade Gaza pada beberapa waktu lalu, kini dengan lantang bersuara agar blokade tersebut di buka. Tidak terkecuali suara-suara lantang dari dalam negara-negara Arab yang selama ini kelihatannya masih tidur dalam belaian dan buaian ego mereka masing-masing.</p>
<p>Kedua, kejadian ini semakin mempertegas jati diri kaum muslimin bahwa mereka bersaudara dan satu walaupun saat ini terpisah oleh batasan-batasan teritorial negara. Namun itu tidak menghalangi mereka untuk saling membantu dan memberi dukungan moril dan materil atas setiap musibah yang terjadi.</p>
<p>Selain itu, dengan kejadian ini pula bisa dilihat, bahwa kebanyakan masyarakat dunia sudah bosan dan muak dengan yang namanya perang dan penjajahan. Hal ini semakin menguat dalam sanubari mereka. Kelihatannya mereka sebenarnya tinggal menunggu momen yang tepat untuk menyuarakannya. Dan sepertinya kejadian ini adalah momen yang tepat itu. </p>
<p>Hikmah lainnya yang bisa saya petik dari kejadian ini dan mungkin pembaca sekalian juga bisa merasakannya adalah masyarakat dunia semakin melek siapa sebenarnya the real terrorist.</p>
<p>Itulah sekelumit hikmah yang bisa saya tarik dari kejadian penyerangan kapal Mavi Marmara yang telah menewaskan 20 orang relawan dan melukai beberapa orang lainnya. Semoga bisa memberi sumbangan pencerahan bagi kawan-kawan pembaca dimana pun berada yang telah menyempatkan diri berkunjung ke sini. Wallahu A&#8217;lam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kokomade.com/hikmah-penyerangan-mavi-made-in-notebook/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peran Media Made in Notebook</title>
		<link>http://kokomade.com/peran-media-made-in-notebook/</link>
		<comments>http://kokomade.com/peran-media-made-in-notebook/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jun 2010 09:55:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Koko Made</dc:creator>
				<category><![CDATA[Media Massa]]></category>
		<category><![CDATA[media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kokomade.com/?p=84</guid>
		<description><![CDATA[Dengan adanya penyampaian-penyampaian mengenai kedekatan emosional dan historikal bisa membantu membina bahkan memperbaiki hubungan kedua negara Kali ini saya ingin berbagi view saya mengenai peran media lagi setelah tulisan saya sebelumnya tentang Pertarungan Media dalam Tragedi Kapal Mavi Marmara. View saya ini adalah hasil dari apa yang saya rasakan dan saksikan langsung ditambah dengan nonton [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Dengan adanya penyampaian-penyampaian mengenai kedekatan emosional dan historikal bisa membantu membina bahkan memperbaiki hubungan kedua negara</p></blockquote>
<p><a href="http://kokomade.com/wp-content/uploads/2010/06/P81500093.jpg"><img src="http://kokomade.com/wp-content/uploads/2010/06/P81500093-150x150.jpg" alt="" title="P8150009" width="150" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-114" /></a>Kali ini saya ingin berbagi view saya mengenai peran media lagi setelah tulisan saya sebelumnya tentang <a href="http://kokomade.com/pertarungan-media-pada-kasus-mavi-made-in-notebook/">Pertarungan Media dalam Tragedi Kapal Mavi Marmara</a>. View saya ini adalah hasil dari apa yang saya rasakan dan saksikan langsung ditambah dengan nonton dari media lain.</p>
<p>Jadi begini ceritanya.<br />
<span id="more-84"></span>Bermula dari kedatangan tamu yaitu team peliput TV9 Malaysia yang ingin meliput berita tentang Sulawesi Selatan pada umumnya dan Makassar secara khusus, ditambah dengan hasil nonton acara &#8216;Bukan Jalan-jalan Biasa&#8217; nya tvOne yang pada saat saya menulis ini sedang mewawancarai mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, saya jadi semakin melek tentang begitu pentingnya peran media terhadap situasi masyarakat, khususnya dalam hal ini yang ingin saya beri poin adalah hubungan bilateral dua negara. Contoh yang saya ambil di sini adalah hubungan Indonesia Malaysia.</p>
<p>Ketika TV9 mewawancarai Gubernur Sulawesi Selatan dan ketika tvOne mewawancarai Anwar Ibrahim pertanyaan yang sama ditanyakan pada keduanya, yaitu bagaimana pendapat anda mengenai negara tetangga. Dan keduanya menjawab bahwa masing-masing mempunyai ikatan yang sangat kuat. Terlebih lagi, ketika Gubernur SulSel menyebutkan bahwa secara historis Perdana Menteri Malaysia saat ini adalah juga putra SulSel. Dan Anwar Ibrahim menyebutkan nama-nama para koleganya dulu yang salah satunya adalah Cosmas Batubara.</p>
<p>Apa yang ingin saya garisbawahi di sini adalah apa yang saya rasakan ketika melihat hasil dari wawancara-wawancara tersebut yang disiarkan di stasiun TV masing-masing. Saya melihat bahwa apa yang disiarkan itu bisa membawa pengaruh yang sangat besar dalam membina keharmonisan kedua negara. Dengan adanya penyampaian-penyampaian mengenai kedekatan emosional dan historikal bisa membantu membina bahkan memperbaiki hubungan kedua negara. Dimana jika saya berpikir terbalik, coba misalnya yang disiarkan adalah hal yang terbalik dari apa yang disampaikan oleh masing-masing tokoh, maka tentunya hasilnya pun akan negatif yang justru kontra produktif dalam kaitannya dengan perbaikan hubungan bilateral kedua negara.</p>
<p>Dari sinilah saya berharap agar berita-berita yang diturunkan oleh media massa akan semakin banyak didominasi oleh berita-berita positif yang membantu memperbaiki kehidupan masyarakat. Atau jika tidak, maka saya berharap akan semakin banyak media massa baru yang mengambil sikap sebagai pendidik atau pembina masyarakat untuk menjadi masyarakat yang positif, kuat, dan mandiri. Atau minimal menjadi penyeimbang atas berita-berita yang kontra produktif bagi kehidupan yang baik dan bermutu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kokomade.com/peran-media-made-in-notebook/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pertarungan Media pada Kasus Mavi Made in Notebook</title>
		<link>http://kokomade.com/pertarungan-media-pada-kasus-mavi-made-in-notebook/</link>
		<comments>http://kokomade.com/pertarungan-media-pada-kasus-mavi-made-in-notebook/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jun 2010 10:53:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Koko Made</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Israel]]></category>
		<category><![CDATA[media]]></category>
		<category><![CDATA[Yahudi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kokomade.com/?p=77</guid>
		<description><![CDATA[Sekaitan dengan itu, ada satu hal yang bagi saya cukup menarik, yaitu bagaimana peran media massa dalam hal tersebut Beberapa hari ini kita dikejutkan dengan &#8216;keberanian&#8217; tentara Israel menyerang kapal bantuan kemanusiaan untuk rakyat Palestina di Gaza Mavi Marmara. Kejadian ini begitu hangat diangkat oleh mass media, baik itu cetak maupun elektronik. Kita disuguhkan berita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Sekaitan dengan itu, ada satu hal yang bagi saya cukup menarik, yaitu bagaimana peran media massa dalam hal tersebut</p></blockquote>
<p>Beberapa hari ini kita dikejutkan dengan &#8216;keberanian&#8217; tentara Israel menyerang kapal bantuan kemanusiaan untuk rakyat Palestina di Gaza Mavi Marmara. Kejadian ini begitu hangat diangkat oleh mass media, baik itu cetak maupun elektronik. Kita disuguhkan berita tentang perjuangan para relawan menembus blokade Israel atas Palestina termasuk daerah laut.</p>
<p>Sekaitan dengan itu, ada satu hal yang bagi saya cukup menarik, yaitu bagaimana peran media massa dalam hal tersebut.<br />
<span id="more-77"></span><br />
Pada kejadian ini ada dua kutub pemberitaan melalui media massa. Kutub pertama, dan yang ini saya rasa paling banyak alias mayoritas, yaitu kutub yang menyalahkan bahkan mengutuk Israel atas kejadian itu. Bagi mereka sangat jelas bahwa Israel telah melakukan tindakan yang sangat tidak berprikemanusiaan karena melakukan penyerangan atas kapal yang memuat ratusan relawan kemanusiaan untuk rakyat Palestina di Gaza, yang mana notabene mereka tidak bersenjata.<br />
Karena pemberitaan itulah saat ini hampir seluruh benua di dunia mengutuk kejadian itu. Mengutuk Israel atas tindakannya yang brutal itu.</p>
<p>Akibatnya, Israel kemudian mencoba membela diri untuk membersihkan namanya. Dan jalan yang ditempuh tidak lain dan tidak bukan melalui mass media.</p>
<p>Di sini bagi saya cukup menarik. Sebab sangat jelas peran media. Di mana walaupun sudah tampak jelas kesalahannya, namun melalui komunikasi media yang dikembangkannya, Israel berhasil meyakinkan pendukungnya bahwa mereka tidak bersalah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kokomade.com/pertarungan-media-pada-kasus-mavi-made-in-notebook/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Puisi Pak Habibie Made in Notebook</title>
		<link>http://kokomade.com/puisi-pak-habibie-made-in-notebook/</link>
		<comments>http://kokomade.com/puisi-pak-habibie-made-in-notebook/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 May 2010 08:41:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Koko Made</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[kematian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kokomade.com/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang, tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik Puisi BJ Habibie utk almarhum istrinya,,, Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu. Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya, dan kematian adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang, tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik</p></blockquote>
<p><a href="http://kokomade.com/wp-content/uploads/2010/05/p-habibie-n-bu-ainun.jpg"><img src="http://kokomade.com/wp-content/uploads/2010/05/p-habibie-n-bu-ainun-150x150.jpg" alt="" title="p habibie n bu ainun" width="150" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-118" /></a></p>
<p>Puisi BJ Habibie utk almarhum istrinya,,,</p>
<p>Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.</p>
<p>Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya, dan kematian adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.</p>
<p>Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.</p>
<p>Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.</p>
<p><span id="more-71"></span><br />
Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang, pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada, aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.</p>
<p>Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang, tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.</p>
<p>mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.</p>
<p>Selamat jalan,</p>
<p>Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,</p>
<p>kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.</p>
<p>selamat jalan sayang,<br />
cahaya mataku, penyejuk jiwaku,</p>
<p>selamat jalan,</p>
<p>calon bidadari surgaku &#8230;</p>
<p>_BJ. HABIBIE_</p>
<p>ref: FB</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kokomade.com/puisi-pak-habibie-made-in-notebook/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

