Sekaitan dengan itu, ada satu hal yang bagi saya cukup menarik, yaitu bagaimana peran media massa dalam hal tersebut

Beberapa hari ini kita dikejutkan dengan ‘keberanian’ tentara Israel menyerang kapal bantuan kemanusiaan untuk rakyat Palestina di Gaza Mavi Marmara. Kejadian ini begitu hangat diangkat oleh mass media, baik itu cetak maupun elektronik. Kita disuguhkan berita tentang perjuangan para relawan menembus blokade Israel atas Palestina termasuk daerah laut.

Sekaitan dengan itu, ada satu hal yang bagi saya cukup menarik, yaitu bagaimana peran media massa dalam hal tersebut.

Pada kejadian ini ada dua kutub pemberitaan melalui media massa. Kutub pertama, dan yang ini saya rasa paling banyak alias mayoritas, yaitu kutub yang menyalahkan bahkan mengutuk Israel atas kejadian itu. Bagi mereka sangat jelas bahwa Israel telah melakukan tindakan yang sangat tidak berprikemanusiaan karena melakukan penyerangan atas kapal yang memuat ratusan relawan kemanusiaan untuk rakyat Palestina di Gaza, yang mana notabene mereka tidak bersenjata.
Karena pemberitaan itulah saat ini hampir seluruh benua di dunia mengutuk kejadian itu. Mengutuk Israel atas tindakannya yang brutal itu.

Akibatnya, Israel kemudian mencoba membela diri untuk membersihkan namanya. Dan jalan yang ditempuh tidak lain dan tidak bukan melalui mass media.

Di sini bagi saya cukup menarik. Sebab sangat jelas peran media. Di mana walaupun sudah tampak jelas kesalahannya, namun melalui komunikasi media yang dikembangkannya, Israel berhasil meyakinkan pendukungnya bahwa mereka tidak bersalah.

  • http://www.facebook.com/pages/klikpb-onlinecom/117868191580283 adinda

    di serang pasti dia serang balik,tidak diserang saja dia menyerang,apalagi kalau diserang,tapi pada kasus ini dia tidak diserang tapi melakukan penyerangan,beberapa gambar yg dia publikasikan hanya gambar tentaranya (laknatullah) yang dipukul dengan kayu dan diserang oleh relawan yang merasa terancam akibat ditembaki,
    tindakan tim relawan melakukan penyerangan dengan kayu (untuk bahan bangunan) itu setelah tentara israel (laknatullah) melakukan penembakan terhadap para relawan,bukan sebelumnya,dana ada satu gambar yg selalu dipublikasikan ke media adalah gambar yang tentara yang dalam posisi perlindungan,,

    BANGSA YANG PALING PINTAR TAPI SEKALIGUS BANGSA YANG PALING BODOH
    BANGSA YANG PALING BANYAK KELEBIHANNYA SEKALIGUS BANGSA YANG PALING DILAKNAT….

    karena mereka pintar jd sebaiknya jangan di lawan dengan bentuk2 argumen atau perang media tapi lawanlah dengan doa kepada Allah…itu menurut wawan…

  • kokomade

    Semua cara yang halal tetap harus kita gunakan.
    Buktinya, melalui peran media juga dunia tergerak.
    Jika tidak ada media penyeimbang maka mungkin saja kita termakan bualan mereka dinda :-)
    Sambil tentunya tidak lupa memohon kepadaNya Sang Maha Perkasa dan Kuasa…