<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Made in Notebook &#187; Mavi Marmara</title>
	<atom:link href="http://kokomade.com/tag/mavi-marmara/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kokomade.com</link>
	<description>goresan pena dan ketikan tangan di sebuah notebook</description>
	<lastBuildDate>Sat, 12 Mar 2011 01:48:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Hikmah Penyerangan Mavi Made in Notebook</title>
		<link>http://kokomade.com/hikmah-penyerangan-mavi-made-in-notebook/</link>
		<comments>http://kokomade.com/hikmah-penyerangan-mavi-made-in-notebook/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jun 2010 09:48:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Koko Made</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Mavi Marmara]]></category>
		<category><![CDATA[musibah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kokomade.com/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[Dibalik setiap peristiwa, pasti ada hikmah yang terkandung Demikian ungkapan yang selalu saya dengarkan ketika ada seseorang yang tertimpa musibah dinasehati untuk membesarkan hatinya. Kedengarannya klise. Tapi, dari perjalanan waktu keampuhan ungkapan tersebut semakin terbukti. Tidak saja dalam kehidupan pribadi, namun lebih jauh lagi dalam kehidupan dunia secara umum. Begitu pula dengan apa yang terjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Dibalik setiap peristiwa, pasti ada hikmah yang terkandung</p></blockquote>
<p><a href="http://kokomade.com/wp-content/uploads/2010/06/kapal-mavi.jpg"><img src="http://kokomade.com/wp-content/uploads/2010/06/kapal-mavi-150x150.jpg" alt="" title="kapal mavi" width="150" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-116" /></a>Demikian ungkapan yang selalu saya dengarkan ketika ada seseorang yang tertimpa musibah dinasehati untuk membesarkan hatinya. Kedengarannya klise. Tapi, dari perjalanan waktu keampuhan ungkapan tersebut semakin terbukti. Tidak saja dalam kehidupan pribadi, namun lebih jauh lagi dalam kehidupan dunia secara umum. Begitu pula dengan apa yang terjadi baru-baru ini. Sebuah peristiwa memilukan, menyedihkan, sekaligus menggemaskan kita yaitu penyerangan kapal bantuan kemanusiaan untuk Gaza, Palestina oleh tentara Yahudi Israel. Bagi kita, tidak dipungkiri lagi bahwa perbuatan itu sangatlah biadab dan tidak berprikemanusiaan. Mengapa? Karena bisa dikatakan tidak ada sedikit pun pembenaran yang bisa digunakan untuk mengamini tindakan penembakan tersebut. Sampai saat ini tidak masuk di akal saya jika harus ada korban sebanyak itu untuk meloloskan kegiatan bantuan kemanusiaan. Jika itu adalah memang kapal perang, mungkin masih bolehlah kita berkata &#8216;itu wajar&#8217;, lah wong dalam situasi perang kok. Begitu kira-kira. Namun, ini notabene bantuan kemanusiaan. Tak ada maksud menyerang siapa pun di dalamnya. Hanya ingin membantu, menolong meringankan beban. Tapi apa yang didapat, nyawa yang melayang. Memilukan bukan?<br />
<span id="more-98"></span><br />
Namun pun begitu, di tengah kegeraman dan kegemasan kita atas sikap dan kejadian tersebut, kita masih bisa menarik hikmah darinya. Jika yang ada di hadapan kita adalah kepedihan yang nyata, maka di balik itu, di sisi lain, kita tidak bisa melupakan bahwa segala peristiwa yang terjadi di alam semesta ini telah ada yang mengaturnya. Segala peristiwa atau kejadian, telah tertulis dengan rapi di kitab yang ada di sisi Sang Khalik. Dan Dia Sang Maha Pencipta yang Maha Mengatur segalanya telah dengan begitu rapi menyuguhkannya kepada kita. Begitu pula dengan kejadian ini.</p>
<p>Lantas, apa yang bisa kita tarik hikmahnya dari kejadian tersebut?<br />
Ada beberapa, diantaranya semakin terlihatnya kebobrokan negara Yahudi Israel itu di hadapan masyarakat dunia. Tanpa menunggu lama lagi, mereka secara spontan tergerak untuk memprotes tindakan itu. Dan bukan hanya itu, mereka yang selama ini tampak adem-adem saja ketika Israel memblokade Gaza pada beberapa waktu lalu, kini dengan lantang bersuara agar blokade tersebut di buka. Tidak terkecuali suara-suara lantang dari dalam negara-negara Arab yang selama ini kelihatannya masih tidur dalam belaian dan buaian ego mereka masing-masing.</p>
<p>Kedua, kejadian ini semakin mempertegas jati diri kaum muslimin bahwa mereka bersaudara dan satu walaupun saat ini terpisah oleh batasan-batasan teritorial negara. Namun itu tidak menghalangi mereka untuk saling membantu dan memberi dukungan moril dan materil atas setiap musibah yang terjadi.</p>
<p>Selain itu, dengan kejadian ini pula bisa dilihat, bahwa kebanyakan masyarakat dunia sudah bosan dan muak dengan yang namanya perang dan penjajahan. Hal ini semakin menguat dalam sanubari mereka. Kelihatannya mereka sebenarnya tinggal menunggu momen yang tepat untuk menyuarakannya. Dan sepertinya kejadian ini adalah momen yang tepat itu. </p>
<p>Hikmah lainnya yang bisa saya petik dari kejadian ini dan mungkin pembaca sekalian juga bisa merasakannya adalah masyarakat dunia semakin melek siapa sebenarnya the real terrorist.</p>
<p>Itulah sekelumit hikmah yang bisa saya tarik dari kejadian penyerangan kapal Mavi Marmara yang telah menewaskan 20 orang relawan dan melukai beberapa orang lainnya. Semoga bisa memberi sumbangan pencerahan bagi kawan-kawan pembaca dimana pun berada yang telah menyempatkan diri berkunjung ke sini. Wallahu A&#8217;lam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kokomade.com/hikmah-penyerangan-mavi-made-in-notebook/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

