Tagged: musibah RSS Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • Koko Made 09:44 on 12/03/2011 Permalink | Reply
    Tags: , musibah, , tribute   

    A Tribute to dr. Ira Made in Notebook* 

    Duhai, setelah kehilangan saudari dan sahabat kami tercinta, dr. Munirah Said, S.Pd, kami pun harus menanggung beban duka mendalam kepergian dirimu.

    Menjulang dalam hidup dan saat meninggal
    Kau benar satu mukjizat
    Seolah mereka mengitarimu, kala utusan berdiri
    Menyeru di hari-hari perjamuan…
    Kala perut bumi menyempit
    Mereka kubur kemuliaan itu
    Mereka condongkan cuaca sebagai kuburmu
    Dan kini yang sisa adalah isak-isak tangis
    Ada gunduk tanah untukmu, namun tak kukatakan
    Sebab kau adalah hujan lebat yang turun menerus
    Duhai, bagimu salam dari Sang Rahman
    Dengan berkat hat-hati yang wangi
    Karena kebesaran jiwamu
    Kau selalu meraih penjagaan…

    Saudariku…izinkan kami persembahkan syair duka Abul Hasan al-Anbari ini padamu. Sebab engkau pantas mendapatkannya. Siapapun yang mengenalmu tak dapat menyangkal. Memang engkau layak menyandangnya. Namun saudariku, ketahuilah, engkau kembali menoreh duka yang telah hampir kering. Mengalirkan kembali air mata yang hampir pupus. Duhai, setelah kehilangan saudari dan sahabat kami tercinta, dr. Munirah Said, S.Pd, kami pun harus menanggung beban duka mendalam kepergian dirimu. Memikul sedih dan lara mengenang jasa dan kebaikanmu. Semangatmu. Himmah dan cita-citamu. Serta kecintaanmu terhadap Agama ini.

    Kami tahu engkau pergi dengan senyum kemenangan. Kami sadar engkau titipkan pada kami titah amanah agama ini. Telah sampai waktunya engkau harus istirahat. Menikmati jerih payah, tetesan keringat dan air mata yang selama ini kau sumbangkan untuk dakwah dan agama Allah. Sebab engkau tahu. Kami pun paham. Bahwa dunia ini bukan tempat istirahat. Bahwa tempat istirahat itu adalah negeri yang sekarang engkau berjalan menuju padanya.
    (More …)

     
  • Koko Made 17:48 on 08/06/2010 Permalink | Reply
    Tags: Hikmah, Mavi Marmara, musibah   

    Hikmah Penyerangan Mavi Made in Notebook 

    Dibalik setiap peristiwa, pasti ada hikmah yang terkandung

    Demikian ungkapan yang selalu saya dengarkan ketika ada seseorang yang tertimpa musibah dinasehati untuk membesarkan hatinya. Kedengarannya klise. Tapi, dari perjalanan waktu keampuhan ungkapan tersebut semakin terbukti. Tidak saja dalam kehidupan pribadi, namun lebih jauh lagi dalam kehidupan dunia secara umum. Begitu pula dengan apa yang terjadi baru-baru ini. Sebuah peristiwa memilukan, menyedihkan, sekaligus menggemaskan kita yaitu penyerangan kapal bantuan kemanusiaan untuk Gaza, Palestina oleh tentara Yahudi Israel. Bagi kita, tidak dipungkiri lagi bahwa perbuatan itu sangatlah biadab dan tidak berprikemanusiaan. Mengapa? Karena bisa dikatakan tidak ada sedikit pun pembenaran yang bisa digunakan untuk mengamini tindakan penembakan tersebut. Sampai saat ini tidak masuk di akal saya jika harus ada korban sebanyak itu untuk meloloskan kegiatan bantuan kemanusiaan. Jika itu adalah memang kapal perang, mungkin masih bolehlah kita berkata ‘itu wajar’, lah wong dalam situasi perang kok. Begitu kira-kira. Namun, ini notabene bantuan kemanusiaan. Tak ada maksud menyerang siapa pun di dalamnya. Hanya ingin membantu, menolong meringankan beban. Tapi apa yang didapat, nyawa yang melayang. Memilukan bukan?
    (More …)

     
c
compose new post
j
next post/next comment
k
previous post/previous comment
r
reply
e
edit
o
show/hide comments
t
go to top
l
go to login
h
show/hide help
shift + esc
cancel