<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Made in Notebook &#187; nasihat</title>
	<atom:link href="http://kokomade.com/tag/nasihat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kokomade.com</link>
	<description>goresan pena dan ketikan tangan di sebuah notebook</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 May 2013 14:04:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
		<item>
		<title>Puisi Pernikahan Made in Notebook</title>
		<link>http://kokomade.com/puisi-pernikahan-made-in-notebook/</link>
		<comments>http://kokomade.com/puisi-pernikahan-made-in-notebook/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Apr 2010 11:19:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Koko Made</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[nasihat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kokomade.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Mengapa mendambakan isteri sehebat Khadijah andai diri tidak semulia Rasulullah
tak perlu mendamba isteri secantik Balqis andai diri tidak sehebat Sulaiman
Mengapa mengharapkan suami setampan Yusuf seandainya kasih tak setulus Zulaikha
tidak perlu mencari suami seteguh Ibrahim andai diri tak sekuat Hajar dan Sarah..]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><em>Sebuah Hadiah yang saya persembahkan untuk kedua adindaku tercinta, Wawan &#038; Yani, di hari pernikahannya</em></p>
<blockquote><p>Mengapa mendambakan isteri sehebat Khadijah andai diri tidak semulia Rasulullah<br />
tak perlu mendamba isteri secantik Balqis andai diri tidak sehebat Sulaiman<br />
Mengapa mengharapkan suami setampan Yusuf seandainya kasih tak setulus Zulaikha<br />
tidak perlu mencari suami seteguh Ibrahim andai diri tak sekuat Hajar dan Sarah..</p></blockquote>
<p><strong>Sebuah Renungan untuk suami istri</strong></p>
<p>Untuk Adindaku Wawan renungkanlah&#8230;</p>
<p>Pernikahan atau perkawinan menyingkap tabir rahasia<br />
Isteri yang kamu nikahi tidaklah semulia Khadijah<br />
tidaklah setaqwa Aisyah pun tidak setabah Fatimah<br />
Justeru isterimu,adindaku, hanyalah wanita akhir zaman yang punya cita-cita menjadi solehah &#8230;</p>
<p>Pernikahan atau perkawinan mengajarkan kita kewajiban bersama<br />
Isterimu menjadi tanah kamu langit penaungnya<br />
Isterimu bagai ladang tanaman kamulah pemagarnya<br />
Isteri kiasan ternak kamu gembalanya<br />
<span id="more-20"></span><br />
Isteri adalah murid kamu mursyidnya<br />
Isteri bagaikan anak kecil kamu tempat bermanjanya<br />
Saat isterimu, adindaku, menjadi madu kamu teguklah sepuasnya<br />
Seketika isteri menjadi racun jadilah engkau penawar bisanya<br />
Seandainya isteri tulang yang bengkok berhati-hatilah meluruskannya &#8230;</p>
<p>Pernikahan atau perkawinan menginsafkan kita perlunya iman dan taqwa<br />
Untuk belajar meniti sabar dan Ridha Allah SWT karena memiliki isteri yang tak sehebat siapapun<br />
Justeru kamu akan tersentak dari alpa</p>
<p>Engkau, dindaku, bukanlah Rasulullah saw<br />
.. Pun bukanlah Sayyidina Ali Radhiallahu &#8216;Anhu<br />
Engkau, dindaku, hanyalah suami akhir zaman yang berusaha menjadi soleh &#8230; amin…</p>
<p>Untukmu, dinda Yani, renungkanlah&#8230;</p>
<p>Pernikahan atau perkawinan membuka tabir rahasia<br />
Suami yang menikahimu tidaklah semulia Muhammad saw &#8230;<br />
tidaklah setaqwa Ibrahim, Pun tidak setabah Ayyub<br />
ataupun segagah Musa apalagi setampan Yusuf<br />
Justru suamimu hanyalah lelaki akhir zaman yang punya cita cita membangun keturunan yang soleh&#8230;</p>
<p>Pernikahan atau perkawinan mengajarkan kita kewajiban bersama<br />
Suami menjadi pelindung kamu penghuninya<br />
Suamimu adalah nahkoda kapal kamu pengemudinya<br />
Suami bagaikan pelakon yang nakal kamu adalah penonton kenakalannya<br />
Saat suami menjadi raja kamu nikmati anggur singgahsananya<br />
Seketika suami menjadi bisa jadilah engkau obat penawarnya<br />
Seandainya Suami sedang marah sabarlah memperingatkannya..</p>
<p>Pernikahan ataupun perkawinan mengajarkan kita perlunya iman dan taqwa<br />
Untuk belajar meniti sabar dan Ridha Allah SWT<br />
Karena memiliki suami yang tak segagah siapapun<br />
Justeru kamu akan tersentak dari alpa</p>
<p>Engkau, dindaku, bukanlah Khadijah yang begitu sempurna di dalam menjaga<br />
pun bukanlah Hajar yang begitu setia dalam sengsara<br />
Cuma wanita akhir zaman yang berusaha menjadi solehah &#8230; amin &#8230;</p>
<p>Justru itu wahai kedua dindaku, Wawan dan Yani&#8230;</p>
<p>Janganlah menuntut terlalu tinggi<br />
Seandainya diri sendiri jelas tidak berupaya</p>
<p>Mengapa mendambakan isteri sehebat Khadijah andai diri tidak semulia Rasulullah<br />
tak perlu mendamba isteri secantik Balqis andai diri tidak sehebat Sulaiman<br />
Mengapa mengharapkan suami setampan Yusuf seandainya kasih tak setulus Zulaikha<br />
tidak perlu mencari suami seteguh Ibrahim andai diri tak sekuat Hajar dan Sarah..<br />
-Abuya Syeikh Imam Ashaari Muhammad At Tamimi-</p>
<p>Baraakallahu laka, wa baaraka &#8216;alaika, wa jama&#8217;a baynakuma bikhair&#8230;amiin&#8230;</p>
<p>Semoga bermanfaat juga bagi pembaca.</p>
<p style="text-align: right;">[disadur dari berbagai sumber dengan beberapa modifikasi.KM]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kokomade.com/puisi-pernikahan-made-in-notebook/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
