Hari-hari belakangan ini, saya rasa merupakan waktu yang sangat tepat untuk menguji teori Berpikir Positif. Bagaimana tidak, kita saat ini ada di situasi dipaksa untuk nrimo kondisi yang sedang berlangsung. Pembatasan pergerakan, bahkan hingga dikurung di rumah sendiri. Ibarat kata, tahanan rumah. 

Di saat-saat seperti inilah kita bisa menguji semua teori tentang berpikir positif yang pernah kita pelajari atau dengar sebelumnya atau bahkan telah kita ikuti pelatihan-pelatihan tentangnya. Pilihan saat ini hanya 2, berpikir positif dalam menyikapinya, atau tetap dalam kondisi negatifnya. Pilihan ada di tangan anda.

Kita bisa memaknai kondisi saat ini sebagai DIKURUNG atau kita bisa menyikapinya sebagai sedang DIGEMBLENG. Semua kembali kepada kita masing-masing. Tidak ada yang bisa memaksa kita untuk mengambil pilihan-pilihan tersebut kecuali diri kita sendiri.

Sekarang, mari kita bersama renungi apa yang telah Allah modelkan untuk kita melalui satu makhluk ciptaannya yang saya yakin, saat besarnya sangat menarik untuk dipandang. Namun, saat masa awal tumbuhnya, kita kadang jijik untuk bersentuhan dengannya. Makhluk apa itu ?

Ya, Kupu-kupu. Ingat bukan bagaimana bentuknya sebelum menjadi kupu-kupu ? Geli bukan ?

Nah, tentu kita ingat juga, seekor kupu-kupu yang beragam bentuk dan corak warnanya itu melewati satu fase kehidupan yang namanya Kepompong. Coba bayangkan, bagaimana kondisi di dalam kepompong itu. Terkurung dan gelap. Iya kan ?

Tapi itulah fase yang kemudian membawa si ulat tadi ber-metamorfosa menjadi bentuk yang sangat indah, kupu-kupu. Dia menerima takdir Allah untuknya, bahwa untuk menjadi cantik haruslah melewati kurungan dan kegelapan itu.

Begitulah kurang lebih kondisi kita saat ini. Kemana ujungnya nanti, hanya Allah Ta’ala yang Maha Tahu segalanya. Namun, kita bisa mengambil sebab-sebab yang mengantarkan kita kepada tujuan kita. Belajarlah dari kupu-kupu, yang nrimo kondisinya digembleng di dalam kepompong. Semoga dengan itu, kita bisa keluar menjadi pemenang-pemenang gemblengan Allah lewat ujian seperti ini. Apalagi, ini bulan Ramadhan. Bulan penuh berkah sekaligus ampunan. Di mana doa-doa sangat disarankan untuk banyak-banyak dipanjatkan di bulan ini.

Salam

Leave a Reply